teparr

2 minggu terakhir ini bener2 menguras energi. Malahan rasanya cobaan terberat dalam hidup 🙂 *lebay*

Sebenernya di balik semua “cobaan” ini yang paling penting adalah kami dah pindah ke rumah baru. Yay! Rasanya seneng. Tapi juga rada sedih meninggalkan yang lama.
Masih dalam proses adaptasi yang luar biasa. Daerah lebih sepi, tetangga belum banyak yang kenal, agak jauh dari warung terdekat, perjalanan ke kantor/ke rumah eyang lebih jauh. Jadi bener2 masih menyesuaikan waktu, jalan lewat mana, berapa lama, beli di mana. Belum lagi sekarang listrik pra bayar dan pake air galon jadi mesti punya stok voucher listrik dan air galon jadi kalo sewaktu2 habis, ga repot nyarinya. Indomaret harus keluar agak jauh.
Belum lagi barang2 yang masih belum selesai dikeluarin dari kardus. Masih bingung ini benda2 kecil mo ditaruh di mana. Maklum rumah yang ini fisiknya lebih kecil daripada yang dulu jadi mesti bener2 efisien penempatan barang2nya.
Capeklah banget sejak akhir maret hingga kini. Kok ya ga kelar2 sih beres2nya? 😦

Dannnn kami bertiga jatuh sakit udah seminggu ini.
Awalnya sih kami sehat-sehat aja, piindahan n sedikit2 menata rumah. Capek sih tapi masih sehat. Lintang juga masih cerah ceria gitu. Eh tapi kok pertengahan minggu kemaren, satu per satu tumbang. Diawali oleh Lintang. Hari Kamis tanggal 3 badannya mulai demam dan berlanjut sampai jumat. Kita pikir ya kecapekan. Walaupun dia ga ikut ribet pindahan tapi itungannya kan dia jadi “terabaikan” karena proses itu. Ternyata hari Sabtu batuk. Batuknya sedikit tapi ada dahak yang samapi bikin dia sesak napas. Sabtu malam itu dia mulai ga bisa tidur karena napasnya sesak. Akhirnya minggu sore dibawa ke dokter dan dikasi obat batuk. Eh lha si bocah ga mau minum obat. Lagi ada dalam fase “nggak mau” untuk semua. Makan, mandi, minum obat, ganti baju, minum susu, dll. Pokoknya jawaban pertamanya pasti “nggak mau”. Huaaa… emak, bapak, eyang smua setresssss. Ya wis diturutin aja daripada nangis kejer. Toh mungkin mulutnya emang pahit jadi makan dan minum susu rasanya ga enak. Untungnya air putih masih mau. Tiap malem gelisah n banyak nangis. Baru bisa bobo itu menjelang pagi. Untungnya hari Selasa uda lebih baik. Makan dan minum susu udah mulai mau walaupun sedikit. Batuknya masih grok-grok gitu. Hari Rabu kemaren dia uda lebih ceria lagi. Kicauannya mulai banyak. Mukanya mulai sumringah lagi. Makan juga mau lebih banyak tanpa protes. Thanks God.
Di sisi lain, emak bapaknya juga dapet virus yang sama. Untungnya ga terlalu parah. Cuma ga enak badan sedikit dan batuk2 ringan. Jadi masih punya cukup energi untuk ngopeni bocah moody itu. Tapi tetep ya badan ini rasanya mo copot. Tukang pijet mana tukang pijet?? 😀

Iklan

2 pemikiran pada “teparr

  1. Di deket rumahku ada oma Maria yg ahli pijet, Li. Beliau dulunya perawat, dan stlh pensiun jd ahli pijet. Ajiiibbb, kalo dipijit beliau berasaaa bgt hasilnya. Enaaakkk!
    Sehat2 terus ya kalian ber3. Lagi adaptasi aja kali tuh sama rumah baruuuu… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s