buang.. buang..

Makanan tersisa di piring? Mungkin setiap kali makan yah…

Membuang makanan sisa? Pastinya pernah…

Saya termasuk orang yang kurang “bersih” ketika makan. Pasti selalu ada yang tersisa di piring, entah itu sekedar nasi atau sayur/lauk yang ga suka (maklum emang pemilih makanan sih). Kalau makan bersama orang dekat, suami atau ortu atau keluarga, biasanya makanan yang saya kurang  suka langsung saya hibahkan ke mereka supaya nanti ga ada makanan yang terbuang. Tapi kalo pas makan formal bersama orang lain ya terpaksa “meninggalkan” di piring 😦

Padahal menurut artikel yang pernah kubaca (maaf ga nyimpan linknya) bahwa sisa 1 butir nasi saja di piring dampaknya gede lho. Coba dibayangkan, kalau 1 orang menyisakan 1 butir nasi setiap makan, dikali 3 dalam sehari, dikali dalam sebulan lalu dalam setahun. Berarti minimal ada 1095 butir nasi terbuang dalam setahun. Mungkin agak susah juga ya mengkonversi butir nasi ke berapa piring tapi paling nggak jumlah segitu bisa membuat kenyang. Itu baru seorang yah, tolong dilipatgandakan saja dengan jumlah penduduk dunia yang mengkonsumsi nasi. Banyakkkk… Hmm.. jumlah “sisa-sisa” itu sebenarnya cukup untuk membantu makan penduduk kelaparan yang biasanya hanya bisa makan nasi aking atau malah tidak bisa makan sama sekali.

Itu baru soal nasi. Bagaimana dengan sayur, ikan, daging atau bahan makanan lain yang layu atau busuk? Harus saya akui, saya juga sering punya sayur atau buah yang busuk yang akhirnya harus terbuang di tempat sampah dengan percuma. Tadi pagi saya baru melakukannya, membuang mangga busuk dan beberapa hari yang lalu saya membuang makanan/bahan makanan kemasan yang kadaluarsa. Bukan hal yang bisa dibanggakan heh?!

Apa yang pertama kali dipikirkan kalo membuang sisa makanan atau bahan makanan busuk? Kalo saya sih pasti sayang uangnya, makanan ini kan harganya lumayan. Yah paling banter mikir kasihan petaninya yang sudah susah payah bertani. Dan waktu kecil kan sering dibilangin sama ortu “makanannya dihabiskan, ndak ayamnya mati” haha..

Nah, setelah baca tulisan ini dan ini baru deh terpikir lebih jauh, ternyata yang terbuang bukan sekedar uang tetapi juga sumberdaya. Jadi, untuk menghasilkan sebuah produk pertanian diperlukan proses oleh petani yang membutuhkan berbagai sumberdaya seperti tanah, air, pupuk, dan energi. Ditambah lagi proses di hilir supaya produk tersebut sampai di tangan konsumen dengan segar. Di dalam proses panjang itulah terkadang ada sumberdaya yang sengaja atau tidak ikut terbuang. Dunia dapat menghasilkan kiira-kira 4 milyar ton makanan, dimana 30-50% nya tidak dikonsumsi. Di negara miskin dan berkembang, terbuangnya bahan makanan biasa terjadi di rantai petani-distributor dimana kurang didukung oleh proses tanam dan panen yang kurang baik, serta infrastruktur produksi dan transportasi yang kurang memadai sehingga bahan makanan keburu busuk sebelum sampai ke tangan konsumen. Sementara di negara maju, bahan makanan banyak terbuang untuk menyenangkan konsumen. Supermarket besar biasanya menolah bahan-bahan makanan yang tidak sesuai standar kelayakan mereka. Kelayakan ini bisa dari sisi ukuran, bentuk maupun penampilan. Kira-kira 1,6 milyar ton per tahun bahan makanan terbuang karena ini.

Pertumbuhan penduduk pastinya diikuti dengan meningkatnya permintaan pangan. Kebutuhan pangan yang semakin tinggi ini harus diimbangi dengan kemampuan produksinya. Produksi pangan dari hulu ke hilir tidaklah sederhana dan melibatkan banyak hal termasuk penggunaan sumberdaya yang tidak sedikit. Bagaimana kita bisa membantu? Berat yah hehe…  Ah, sayapun baru mulai belajar. Belajar untuk mengukur kebutuhan makanan dan bahan makanan keluarga supaya bisa meminimalkan buang bahan makanan.  Termasuk belajar untuk tetap menggunakan sayur atau buah yang sedikit layu atau kuning. Alih-alih membuang semua, buang saja bagian yang kurang baik dan pakai bagian yang masih baik. Ingat-ingat uang, ingat-ingat pak petani, dan ingat-ingat pemakaian air, tanah, pupuk, dan energi dalam prosesnya. Wasting food means losing not only life-supporting nutrition but also precious resources, including land, water and energy

Gambar

gambar diambil dari sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s